Selasa, 11 Juli 2017

Selain Faktor Ekonomi, 4 Sebab Lainnya Orang Minang Merantau

pelabuhan merak ©wikipedia


Ditaluak Bayua Den tamanuang, 
Den lapeh pandang bakuliliang...
Tinggalah kampuang, Sanak Sudaro, 
Denai barangkek ka Tanah Jao...

Jatuah badarai si aia mato...


Sayup terdengar lirik lagu "Kelok 44", tidak terasa air mata membasahi pipi saat menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa di tahun 2002 silam.

Tahun itu Saya baru lulus Sekolah, hari hari Saya lalui hanya dengan berkumpul dengan teman teman. Pulang malam, begadang, pemasukan tidak ada.

Hal itulah yang mendasari Orangtua Saya, agar Saya merantau. Kebetulan saat itu Etek atau Bibi Saya yang terkenal sukses di rantau sedang pulang kampung.

Akhirnya Saya ikut merantau bersama Etek dengan harapan bisa mengikuti jejak kesuksesannya di Tanah Jawa.

Akan tetapi di perantauan nasib berkata lain, 5 sampai 6 bulan Saya berdagang akhirnya Saya memilih jalan bekerja di Perusahaan Percetakan sampai sekarang.

Banyak yang bilang "Padang Nyasar". di perantauan orang lebih mengenal kata "Orang Padang" ketimbang "Orang Minang".

Dicap "Padang Nyasar" karena Orang Minang atau Orang Padang pada umumnya berdagang. dan kata Padang di plesetkan menjadi "Pandai Dagang".

pedagang minang saisuak ©joni koto


Pengertian Merantau dalam Budaya Minangkabau

Merantau adalah pergi keluar dari Kampungnya untuk mencari kekayaan untuk dibawa pulang kekampungnya kembali, supaya setelah sampainya di Kampung dapat hidup mandiri tanpa menganggu harta pusaka yang merupakan milik bersama.


Pengertian Merantau Secara Umum


Merantau adalah perginya seseorang dari tempat asal dimana ia tumbuh besar ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan atau mencari pengalaman.

manggaleh jaman saisuak ©joni koto


Kisah pribadi Saya diatas, merantau karena faktor ekonomi. sulit dan sedikitnya lapangan pekerjaan membuat Saya meninggalkan Ranah Minang.


Sebab Merantau Selain Faktor Ekonomi


Selain faktor ekonomi ada 4 faktor lainnya yang menyebabkan orang minangkabau merantau. (Pengertian merantau secara umum)


1. Faktor Sistem Matrilineal

Merantau dalam tradisi Minangkabau dipercaya timbul karena adanya Sistim Kekerabatan Matrilineal.

Sistem matrilineal Minangkabau hanya memberikan harta pusaka atau hak waris kepada pihak perempuan, sedangkan pihak laki-laki hanya memiliki hak yang kecil.

Namun perempuan minang pada masa sekarang juga telah banyak pergi merantau.


2. Faktor Budaya

Pepatah Minang mengatakan “Karatau tumbuah dihulu, babuah babungo alun, marantau bujang dahulu, dirumah baguno alun”.

Pepatah ini menegaskan bahwa anak laki-laki yang masih bujangan atau belum menikah tidak mempunyai peranan atau posisi dalam adat.

Oleh sebab itu, si anak harus mencari pengalaman dengan cara pergi merantau.


3. Faktor Pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, karena keterbatasan tingkat pendidikan yang ada di daerah Minang, memaksa orang-orang yang ingin menuntut ilmu untuk pergi keluar dari wilayah Minang.


4. Malanjutkan Kesuksesan Para Perantau Sebelumnya

Adanya cerita orang-orang terdahulu yang sukses dalam perantauan merupakan motivasi tersendiri yang mendorong terjadinya tradisi merantau di dalam masyarakat Minang.


Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Orang Minang banyak kita temukan dimana mana.

Bagaimana dengan anda, faktor apa yang menyebabkan Anda merantau?



Kredit:
Merantau dalam masyarakat minangkabau ©Zafriadihistoy.wordpress.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon