Senin, 31 Juli 2017

Satuan Ukuran Tradisional Minangkabau

Pedagang minang tempo dulu


Sebelum kita mengenal satuan alat ukur seperti meter, liter, gram seperti sekarang ini.

Pada zaman dahulu nenek moyang kita dalam melakukan transaksi pinjam meminjam atau jual beli menggunakan alat alat tradisional dalam menentukan ukuran.

Alam Takambang Manjadi Guru

Alat ukurnya menggunakan alat alat dari alam, seperti menggunakan ruas ujung bambu yang dinamakan cupak.

Alar ukur ruas pangkal bambu yang dinamakan gantang atau sukat.

Ada juga yang memakai batok kelapa, keranjang bahkan sumpit sebagai alat ukur.

Alat ukur tersebut tentu bukanlah alat ukur yang standar.

Ukuran ukuran standar mulai dikenal Masyarakat Minangkabau setelah masuknya budaya barat.

Seperti 1 cupak di standarkan dengan satuan setengah liter.

Dan berikut satuan lainnya:

Satuan Ukuran Isi Tradisional Minangkabau


Takaran tradisional ©bruneisource


1 Tekong = 0,25 lite
1 Cupak = 0,5 liter
1 Gantang / sukat= 2 Liter
1 Sumpit = 30 Sukat = 60 Liter

Tekong berupa takaran dari kaleng susu. 

Satuan Ukuran Berat Tradisional Minangkabau


Buah dan biji sago


1 Sago = berat 1 bijinya buah Sago

Sago atau dikenal dengan nama saga, yang daunnya biasa di pakai untuk obat obatan.


1 Kundi = berat 1 bijinya buah Kundi.

Buah kundi hampir sama dengan buah sago, 

buah kundi berwarna hitam, agak bulat dan bintik bintik. Sedangkan Buah sago berwarna merah, agak tipis.


1 Kupang = berat 6 bijinya buah sago

1 Emas = 4 kupang = 2,5 gram

1 Paha = 4 emas = 10 gram

1 Mata = 4 gram

1 Tahil = 4 Paha = 10 Mata = 40 gram

Tahil merupakan berat mata uang (koin) tael.


1 Kati = 20 Tahil = 800 gram.

Untuk ukuran ukuran di atas mungkin tidak sama dengan daerah lainnya, seperti kata pepatah "lain lubuak lain ikan, lain padang lain ilalang".


 Satuan Ukuran Panjang Tradisional Minangkabau

Sebajari dan setelempat

Sebajari = Selebar satu jari

Setelempat = Selebar Telapak Tangan

Sajangka = Sejengkal = Panjang antara ibu jari hingga kelingking yang di rentangkan = 22,86 cm

Eto = Sehasta = Panjang antara jari tengah hingga siku = 45 cm

Sedepa = Panjang antara ujung jari tengah tangan kiri hingga ujung jari tengah tangan kanan yang di rentangkan = 1,8 m


Satuan Mata Uang Minangkabau Zaman Dahulu


Uang VOC ©uang kuno blogger


Zaman Dahulu di Minangkabau pernah menggunakan mata uang Belanda, VOC, Hindia Belanda, Inggris dan Arab.

1. Pitih zaman dahulu merupakan sebutan untuk mata uang VOC yang terkecil.

2. Gadang mata uang VOC yang nilainya sama dengan 2 pitih.

3. Gobang mata uang VOC yang nilainya sama dengan 3 pitih.

4. Sen sebutan untuk mata uang Hindia belanda terkecil.

5. Uang adalah mata uang Inggris yang nilainya 0,2 sen.

6. Kupang adalah mata uang inggris yang nilainya 6 uang atau 1,2 sen.

7. Sapiak atau sepiak adalah sebutan untuk mata uang Hindia Belanda yang nilainya 10 sen.

8. Satali atau setali adalah sebutan untuk mata uang Hindia Belanda yang nilainya 25 sen.

9. Sasuku atau sesuku adalah sebutan untuk mata uang Hindia belanda yang nilainya 50 sen.

10. Rupiah atau Ciek Piah adalah sebutan untuk mata uang Hindia Belanda yang nilainya 100 sen.

11. Saringgik atau seringgit adalah sebutan untuk mata uang Hindia Belanda yang nilainya 250 sen.

12. Real adalah mata uang arab yang nilainya 1 rupiah 60 sen.


Demikianlah satuan ukuran tradisional Minangkabau zaman dahulu beserta mata uang atau sebutan untuk uang zaman dahulu di Minangkabau.



Sumber:
Undang undang adat Minangkabau, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1992-1993

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon