Jumat, 07 Juli 2017

Bahasa Minangkabau Tidak Lagi Menjadi Bahasa Ibu di Sumatera Barat.



Bahasa Minangkabau


Bahasa Minang atau baso minang (bahasa urang awak) adalah salah satu bahasa dari rumpun bahasa Melayu yang dituturkan oleh Orang Minangkabau, dengan dialek atau logat khas melayu yang beragam.


Artikel ini oleh oleh saat mudik beberapa tahun lalu

Istri Saya merupakan Keturunan Minang, lahir dan dibesarkan di Jakarta mengerti Bahasa Minang tetapi susah mengucapkannya.

Saat Kami makan disebuah warung sate di Pasar Solok, Istri Saya memesan makanan dengan dialek yang sedikit lucu dan kosakata yang terbatas dan berusaha mengajak Saya berbicara dengan Bahasa Minang atau Baso Awak.

Sedangkan disana juga ada beberapa pelajar yang sedang memesan makanan dan berbicara dengan temannya menggunakan Bahasa Indonesia, dari dialek atau logatnya yang ciri khas Orang Minang.

Apakah Sekarang Berbahasa Minang dianggap Tidak Gaul Atau Tidak Kekinian dan Mereka Malu?.

Itu adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh istri Saya, untuk pertanyaan tersebut Saya tidak bisa menjawabnya.


Waktu Saya masih kecil, Kalau ada yang berbahasa Indonesia pasti bakal diledekin atau dicimeeh. "Ciee.. anak jakarta, baso minang selah kabau".

Mungkin cimeeh seperti ini sudah tidak ada lagi karena perubahan atau perkembangan zaman.


Bahasa Minangkabau tidak lagi menjadi Bahasa Ibu Di Sumatera Barat

Disekolah diwajibkan untuk menggunakan Bahasa Indonesia, apalagi saat tampil didepan kelas. Untuk yang jarang berbahasa Indonesia pasti akan gugup dan kurang Percaya Diri saat tampil didepan kelas.

Mungkin dari hal diataslah yang mendasari orangtua menggunakan Bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan anaknya sedari dini.

Dengan harapan si anak tidak gugup dan lebih Percaya Diri saat tampil di depan kelas atau didepan umum yang mengharuskan si anak berbahasa Indonesia.

Bukan bermaksud tidak Melestarikan Bahasa Minang, karena anggapan si orangtua, dalam pergaulan sehari hari si anak tersebut pasti akan berbahasa Minang.



Harapan Saya Bahasa Minangkabau tetap lestari dan digunakan dalam bahasa pergaulan, walaupun sebagian orangtua tidak menjadikan Bahasa minang sebagai Bahasa Ibu.

Dan untuk Istri Saya, tidak usah malu untuk berbahasa Minang, karena Bahasa Minang Mencerminkan budaya, Identitas dan dari mana asal kita.


Nb: saat di kampung, Saya lebih sering mendengar panggilan Abang ketimbang Panggilan Uda, kenapa ya?.



Opini Rang Rumah Ambo.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon